1. PENGERTIAN
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas-aktivitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.
2. TIPE-TIPE KEPEMIMPINAN
1) Tipe Otokratis
Ciri-cirinya :
a. Mengandalkan kepada kekuatan/ kekuasaan
b. Menganggap dirinya paling berkuasa
c. Keras dalam mempertahankan prinsip
d. Jauh dari para bawahan
e. Perintah diberikan secara paksa
2) Tipe Laissez Faire
Ciri-cirinya :
a. Memberi kebebasan kepada para bawahan
b. Pimpinan tidak terlibat dalam kegiatan
c. Semua pekerjaan dan tanggung jawab dilimpahkan kepada bawahan
d. Tidak mempunyai wibawa
e. Tidak ada koordinasi dan pengawasan yang baik
3) Tipe Paternalistik
Ciri-cirinya :
a. Pemimpin bertindak sebagai bapak
b. Memperlakukan bawahan sebagai orang yang belum dewasa
c. Selalu memberikan perlindungan
d. Keputusan ada ditangan pemimpin
4) Tipe Militerlistik
Ciri-cirinya :
a. Dalam komunikasi menggunakan formal
b. Menggunakan sistem komando/ perintah
c. Segala sesuatu bersifat formal
d. Disiplin yang tinggi, kadang bersifat kaku
5) Tipe Demokratis
Ciri-cirinya :
a. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi
b. Bersifat terbuka
c. Bawahan diberi kesempatan untuk memberi saran dan ide-ide baru
d. Dalam pengambilan keputusan utamakan musyawarah untuk mufakat bersama
e. Menghargai potensi individu
6) Tipe Open Leadership
Tipe ini hampir sama dengan tipe demokratis, perbedaannya terletak dalam pengambilan keputusan. Dalam tipe ini keputusan ditangan pemimpin.
3. TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN
1) Teori Kelebihan
2) Teori Sifat
3) Teori Keturunan
4) Teori Kharismatis
5) Teori Bakat
6) Teori Sosial
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/ix-kepemimpinan.html
Kamis, 27 Oktober 2011
PERUBAHAN dan PERKEMBANGAN ORGANISASI
1. PERUBAHAN
adalah sikap organisasi dalam menghadapi terjadinya perubahan lingkungan intern dan ekstern, yaitu :
a) Mengadakan perubahan struktur organisasi
b) Mengubah sikap dan perilaku pegawai
c) Mengubah tata aliran kerja
d) Mengubah peralatan kerja
e) Mengubah prosedur kerja
f) Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar personal
2. FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN ORGANISASI
Faktor penyebab terjadinya perubahan organisasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a) Lingkungan Intern, antara lain :
1) Perubahan Kebijakan Pimpinan
2) Perubahan Tujuan
3) Perluasan Wilayah Operasi Tujuan
4) Volume Kegiatan Bertambah Banyak
5) Sikap dan Perilaku dari para anggota organisasi
b) Lingkungan Ekstern, antara lain :
1) Politik
2) Hukum
3) Kebudayaan
4) Teknologi
5) Sumber Daya Alam
6) Demografi
7) Sosiologi
3. PROSES PERUBAHAN
Proses Perubahan, yaitu :
1) Mengadakan pengkajian
2) Mengadakan identifikasi
3) Menetapkan perubahan
4) Menentukan strategi
5) Melakukan evaluasi
4. CIRI-CIRI PENGEMBANGAN ORGANISASI
Ciri-cirinya, yaitu :
a) Pengembangan Organisasi merupakan usaha yang dilakukan secara berencana.
b) Pengembangan Organisasi mencerminkan suatu proses yang berlangsung terus menerus
c) Pengembangan Organisasi berorientasi masalah organisasi yang harus dipecahkan
d) Pengembangan Organisasi merupakan usaha ke arah penyempurnaan organisasi
e) Pengembangan Organisasi merupakan tanggapan terhadap berbagai perubahan yang terjadi diluar organisasi.
5. METODE PENGEMBANGAN ORGANISASI
a) Jaringan Manajerial
b) Latihan Kepekaan
c) Pembentukan Tim
d) Umpan Balik Survei
6. METODE PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DAN SIKAP
a) Latihan Ditempat Kerja
b) Latihan Instruksi Kerja
c) Latihan Diluar Tempat Kerja
d) Latihan Ditempat Tiruan
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/viii-perubahan-dan-perkembangan.html
adalah sikap organisasi dalam menghadapi terjadinya perubahan lingkungan intern dan ekstern, yaitu :
a) Mengadakan perubahan struktur organisasi
b) Mengubah sikap dan perilaku pegawai
c) Mengubah tata aliran kerja
d) Mengubah peralatan kerja
e) Mengubah prosedur kerja
f) Mengadakan perubahan dalam hubungan kerja antar personal
2. FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN ORGANISASI
Faktor penyebab terjadinya perubahan organisasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :
a) Lingkungan Intern, antara lain :
1) Perubahan Kebijakan Pimpinan
2) Perubahan Tujuan
3) Perluasan Wilayah Operasi Tujuan
4) Volume Kegiatan Bertambah Banyak
5) Sikap dan Perilaku dari para anggota organisasi
b) Lingkungan Ekstern, antara lain :
1) Politik
2) Hukum
3) Kebudayaan
4) Teknologi
5) Sumber Daya Alam
6) Demografi
7) Sosiologi
3. PROSES PERUBAHAN
Proses Perubahan, yaitu :
1) Mengadakan pengkajian
2) Mengadakan identifikasi
3) Menetapkan perubahan
4) Menentukan strategi
5) Melakukan evaluasi
4. CIRI-CIRI PENGEMBANGAN ORGANISASI
Ciri-cirinya, yaitu :
a) Pengembangan Organisasi merupakan usaha yang dilakukan secara berencana.
b) Pengembangan Organisasi mencerminkan suatu proses yang berlangsung terus menerus
c) Pengembangan Organisasi berorientasi masalah organisasi yang harus dipecahkan
d) Pengembangan Organisasi merupakan usaha ke arah penyempurnaan organisasi
e) Pengembangan Organisasi merupakan tanggapan terhadap berbagai perubahan yang terjadi diluar organisasi.
5. METODE PENGEMBANGAN ORGANISASI
a) Jaringan Manajerial
b) Latihan Kepekaan
c) Pembentukan Tim
d) Umpan Balik Survei
6. METODE PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DAN SIKAP
a) Latihan Ditempat Kerja
b) Latihan Instruksi Kerja
c) Latihan Diluar Tempat Kerja
d) Latihan Ditempat Tiruan
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/viii-perubahan-dan-perkembangan.html
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
1. PENGERTIAN KOMUNIKASI
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan berita atau informasi dari seseorang ke orng lain. Suatub komunikasi yang tepat tidak bakal terjadi kalau tidak penyamapian berita tadi menyampaikan secara patut dan penerima betita menerimanya tidak dalam bentuk distrosi. Definisi komunikasi menyatakan bahwa komunikasi badalah kegiatan menggunakan symbol-simbol dalam rangaka menyampaikan sesuatu tentang suatu objek.
2. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
a) Komunikator
b) Komunikan
c) Tanggapan atau Reaksi
d) Informasi
e) Proses Menyampaikan Berita
3. BAGAIMANA MENYALURKAN IDE MELALUI KOMUNIKASI
Step I : Ide (gagasan SI Sender)
Step II : Perumusan (Disini ide SI Sender disampaikan dalam kat-kata)
Step III : Penyaluran (Transmitting). Bisa secara lisan, tulisan, menggunakan simbol atau isyarat.
Step IV : Tindakan. Misalnya perintah dilaksanakan.
Step V : Pengertian. Disini kata-kata Si Sender menjadi ide si receiver.
Step VI : Penerimaan. Oleh Si Penerima berita (Penangkap Berita)
4. HAMBATAN KOMUNIKASI
a) Hambatan yang bersifat teknis
b) Hambatan Semantik
c) Hambatan Perilaku
5. KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
a) Dari Segi Sifatnya :
a. Komunikasi Lisan
b. Komunikasi Tertulis
c. Komunikasi Verbal
d. Komunikasi non Verbal
b) Dari Segi Arahnya :
a. Komunikasi Keatas
b. Komunikasi Ke Bawah
c. Komunikasi Diagonal Keatas
d. Komunikasi Horizontal
e. Komunikasi Satu Arah
f. Komunikasi Dua Arah
c) Menurut Lawannya :
a. Komunikasi Satu Lawan Arah
b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (Kelompok)
c. Kelompok Lawan Kelompok
d) Menurut Kepegawaiannya :
a. Komunikasi Formal
b. Komunikasi Informal
1) Komunikasi Informal yang terjadi karena adanya komunikasi antara sesama karyawan dalam suatu organisasi.
2) Komunikasi Informal (The Grapevine) biasanya disebarluaskan melalu desas-desus atau kabar angin dari mulut ke mulut dari satu orang ke orang lainnya dimana kebenarannya tidak bisa dijamin karena kadang-kadang bertentangan dengan perusahaan.
3) Jadi, komunikasi informal bisa bermanfaat maka seseorang pemimpin harus bisa memakai jalur ini untuk memperlancar jalannya komunikasi formal pada suatu perusahaan.
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/vii-komunikasi-dalam-organisasi.html
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan berita atau informasi dari seseorang ke orng lain. Suatub komunikasi yang tepat tidak bakal terjadi kalau tidak penyamapian berita tadi menyampaikan secara patut dan penerima betita menerimanya tidak dalam bentuk distrosi. Definisi komunikasi menyatakan bahwa komunikasi badalah kegiatan menggunakan symbol-simbol dalam rangaka menyampaikan sesuatu tentang suatu objek.
2. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI
a) Komunikator
b) Komunikan
c) Tanggapan atau Reaksi
d) Informasi
e) Proses Menyampaikan Berita
3. BAGAIMANA MENYALURKAN IDE MELALUI KOMUNIKASI
Step I : Ide (gagasan SI Sender)
Step II : Perumusan (Disini ide SI Sender disampaikan dalam kat-kata)
Step III : Penyaluran (Transmitting). Bisa secara lisan, tulisan, menggunakan simbol atau isyarat.
Step IV : Tindakan. Misalnya perintah dilaksanakan.
Step V : Pengertian. Disini kata-kata Si Sender menjadi ide si receiver.
Step VI : Penerimaan. Oleh Si Penerima berita (Penangkap Berita)
4. HAMBATAN KOMUNIKASI
a) Hambatan yang bersifat teknis
b) Hambatan Semantik
c) Hambatan Perilaku
5. KLASIFIKASI KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
a) Dari Segi Sifatnya :
a. Komunikasi Lisan
b. Komunikasi Tertulis
c. Komunikasi Verbal
d. Komunikasi non Verbal
b) Dari Segi Arahnya :
a. Komunikasi Keatas
b. Komunikasi Ke Bawah
c. Komunikasi Diagonal Keatas
d. Komunikasi Horizontal
e. Komunikasi Satu Arah
f. Komunikasi Dua Arah
c) Menurut Lawannya :
a. Komunikasi Satu Lawan Arah
b. Komunikasi Satu Lawan Banyak (Kelompok)
c. Kelompok Lawan Kelompok
d) Menurut Kepegawaiannya :
a. Komunikasi Formal
b. Komunikasi Informal
1) Komunikasi Informal yang terjadi karena adanya komunikasi antara sesama karyawan dalam suatu organisasi.
2) Komunikasi Informal (The Grapevine) biasanya disebarluaskan melalu desas-desus atau kabar angin dari mulut ke mulut dari satu orang ke orang lainnya dimana kebenarannya tidak bisa dijamin karena kadang-kadang bertentangan dengan perusahaan.
3) Jadi, komunikasi informal bisa bermanfaat maka seseorang pemimpin harus bisa memakai jalur ini untuk memperlancar jalannya komunikasi formal pada suatu perusahaan.
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/vii-komunikasi-dalam-organisasi.html
PROSES ORGANISASI
1. PROSES MEMPENGARUHI
a. Pengertian Pengaruh
Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.
b. Elemen-Elemen Proses Mempengaruhi
1) Orang yang mempengaruhi (o)
2) Metode mempengaruhi (à)
3) Orang yang dipengaruhi (p)
Jadi proses mempengaruhi ; o à p
c. Metode Mempengaruhi
1) Kekuatan Fisik
2) Penggunaan Sanksi (Positif/ Negatif)
3) Keahlian
4) Kharisma (Daya Tarik)
d. Daerah Pengaruh
1) Antara Perseorangan
2) Kelompok Dengan Seseorang
3) Seseorang Dengan Kelompok
e. Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh
1) Analisis French-Raven
2) Analisis Etzioni
3) Analisis Nisbel
2. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan Keputusan adalah Pemilihan diantara berbagai alternatif.
a. Konsep Pengambilan Keputusan
1) Identifikasi dan diagnosis Masalah
2) Pengumpulan dan Analisis Data yang Relevan
3) Pengembangan dan Evaluasi Alternatif
4) Pemilihan Alternatif Terbaik
5) Implementasi Keputusan dan Evaluasi Terhadap Hasil-Hasil
b. Tipe-Tipe Keputusan Manajemen
1) Keputusan perseorangan dan strategi
2) Keputusan Pribadi dan Strategi
3) Keputusan Dasar dan Rutin
c. Model-Model Pengambilan Keputusan
1) Relationalitas Keputusan
2) Model- Model Perilaku Pengambilan Keputusan
d. Teknik Pengambilan Keputusan
1) Teknik-Teknik Relatif : Brainstorming & Synectics
2) Teknik-Teknik Partisipatif
3) Teknik Pengambilan Keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal.
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/vi-proses-organisasi.html
a. Pengertian Pengaruh
Pengaruh adalah kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.
b. Elemen-Elemen Proses Mempengaruhi
1) Orang yang mempengaruhi (o)
2) Metode mempengaruhi (à)
3) Orang yang dipengaruhi (p)
Jadi proses mempengaruhi ; o à p
c. Metode Mempengaruhi
1) Kekuatan Fisik
2) Penggunaan Sanksi (Positif/ Negatif)
3) Keahlian
4) Kharisma (Daya Tarik)
d. Daerah Pengaruh
1) Antara Perseorangan
2) Kelompok Dengan Seseorang
3) Seseorang Dengan Kelompok
e. Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh
1) Analisis French-Raven
2) Analisis Etzioni
3) Analisis Nisbel
2. PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Pengambilan Keputusan adalah Pemilihan diantara berbagai alternatif.
a. Konsep Pengambilan Keputusan
1) Identifikasi dan diagnosis Masalah
2) Pengumpulan dan Analisis Data yang Relevan
3) Pengembangan dan Evaluasi Alternatif
4) Pemilihan Alternatif Terbaik
5) Implementasi Keputusan dan Evaluasi Terhadap Hasil-Hasil
b. Tipe-Tipe Keputusan Manajemen
1) Keputusan perseorangan dan strategi
2) Keputusan Pribadi dan Strategi
3) Keputusan Dasar dan Rutin
c. Model-Model Pengambilan Keputusan
1) Relationalitas Keputusan
2) Model- Model Perilaku Pengambilan Keputusan
d. Teknik Pengambilan Keputusan
1) Teknik-Teknik Relatif : Brainstorming & Synectics
2) Teknik-Teknik Partisipatif
3) Teknik Pengambilan Keputusan Modern : Teknik Delphi, Teknik Kelompok Nominal.
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/vi-proses-organisasi.html
KONFLIK ORGANISASI
1. PENGERTIAN KONFLIK
Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua pihak atau lebih.
2. JENIS DAN SUMBER KONFLIK
Jenis-Jenis Konflik :
a. Konflik peranan yang terjadi di dalam diri seseorang (person-role conflict).
b. Konflik antar peranan (inter-role conflict).
c. Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intersender conflict).
d. Konflik yang timbul karena disampaikan informasi yang saling bertentangan (intrasender conflict).
Konflik juga dapat dibedakan menurut pihak-pihak yang saling bertentangan. Atas dasar tersebut, ada 5 jenis konflik, yaitu :
a. Konflik dalam diri individu.
b. Konflik antar Individu.
c. Konflik antar Individu dan Kelompok.
d. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama.
e. Konflik antar organisasi.
Sumber-Sumber Konflik
a. Kebutuhan membagi (sumber daya) yang terbatas.
b. Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan.
c. Saling ketergantungan kegiatan kerja.
d. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi.
e. Kemandirian organisasional.
f. Gaya Individual
3. STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Ada 3 Strategi Dasar :
a. Kalah-Kalah
b. Menang-Kalah
c. Menang-Menang
4. MOTIVASI
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a. Motivasi Fisiologis
b. Motivasi Psikologis
5. TEORI MOTIVASI
a. Teori X dan Teori Y Mc. Gregor
Anggapan yang mendasari teori X :
1) Rata-Rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja, dan akan menghindarinya bila dapat.
2) Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, diperlakukan dengan hukuman dan diarahkan untuk pencapaian suatu tujuan organisasi.
3) Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan dirinya diatas segala-galanya.
Anggapan-Anggapan yang mendasari teori Y :
1) Usaha fisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.
2) Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tapi mencari tanggung jawab.
3) Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah organisasi yg secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
4) Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organisasi.
5) Keterkaitan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian suatu tujuan tersebut.
6) Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.
b. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hierarki kebutuhan, yaitu :
1) Kebutuhan Fisiologis
2) Kebutuhan Keamanan
3) Kebutuhan Sosial
4) Kebutuhan Penghargaan
5) Kebutuhan Aktualisasi Diri
c. Teori Motivasi Berprestasi Mc. Clelland
Menurut Mc. Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi. Apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik daripada yang lain dalam banyak situasi.
Mc. Clelland memusatkan perhatiannya pada 3 kebutuhan manusia yaitu :
1) Kebutuhan Prestasi
2) Kebutuhan Afiliasi
3) Kebutuhan Kekuasaan
d. Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg
Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemuas kerja (Job Satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (Job Dissatisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfier disebar motivator dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/v-konflik-organisasi.html
Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan atau antogonistik antara dua pihak atau lebih.
2. JENIS DAN SUMBER KONFLIK
Jenis-Jenis Konflik :
a. Konflik peranan yang terjadi di dalam diri seseorang (person-role conflict).
b. Konflik antar peranan (inter-role conflict).
c. Konflik yang timbul karena seseorang harus memenuhi harapan beberapa orang (intersender conflict).
d. Konflik yang timbul karena disampaikan informasi yang saling bertentangan (intrasender conflict).
Konflik juga dapat dibedakan menurut pihak-pihak yang saling bertentangan. Atas dasar tersebut, ada 5 jenis konflik, yaitu :
a. Konflik dalam diri individu.
b. Konflik antar Individu.
c. Konflik antar Individu dan Kelompok.
d. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama.
e. Konflik antar organisasi.
Sumber-Sumber Konflik
a. Kebutuhan membagi (sumber daya) yang terbatas.
b. Perbedaan-perbedaan dalam berbagai tujuan.
c. Saling ketergantungan kegiatan kerja.
d. Perbedaan nilai-nilai atau persepsi.
e. Kemandirian organisasional.
f. Gaya Individual
3. STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK
Ada 3 Strategi Dasar :
a. Kalah-Kalah
b. Menang-Kalah
c. Menang-Menang
4. MOTIVASI
Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai suatu tujuan.
Motivasi dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a. Motivasi Fisiologis
b. Motivasi Psikologis
5. TEORI MOTIVASI
a. Teori X dan Teori Y Mc. Gregor
Anggapan yang mendasari teori X :
1) Rata-Rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja, dan akan menghindarinya bila dapat.
2) Karena pada dasarnya pekerja tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dikendalikan, diperlakukan dengan hukuman dan diarahkan untuk pencapaian suatu tujuan organisasi.
3) Rata-rata para pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan dirinya diatas segala-galanya.
Anggapan-Anggapan yang mendasari teori Y :
1) Usaha fisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristirahat.
2) Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak, tidak hanya menerima tapi mencari tanggung jawab.
3) Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreativitas dan daya imajinasi untuk memecahkan masalah organisasi yg secara luas tersebar pada seluruh karyawan.
4) Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya cara untuk mengarahkan usaha pencapaian tujuan organisasi.
5) Keterkaitan pada tujuan organisasi adalah fungsi penghargaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian suatu tujuan tersebut.
6) Organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak hanya digunakan sebagian.
b. Teori Hierarki Kebutuhan Maslow
Menurut Maslow ada 5 kebutuhan dasar manusia yang membentuk hierarki kebutuhan, yaitu :
1) Kebutuhan Fisiologis
2) Kebutuhan Keamanan
3) Kebutuhan Sosial
4) Kebutuhan Penghargaan
5) Kebutuhan Aktualisasi Diri
c. Teori Motivasi Berprestasi Mc. Clelland
Menurut Mc. Clelland, seseorang dianggap mempunyai motivasi prestasi yang tinggi. Apabila dia mempunyai keinginan untuk berprestasi lebih baik daripada yang lain dalam banyak situasi.
Mc. Clelland memusatkan perhatiannya pada 3 kebutuhan manusia yaitu :
1) Kebutuhan Prestasi
2) Kebutuhan Afiliasi
3) Kebutuhan Kekuasaan
d. Teori Motivasi Dua Faktor Herzberg
Menurut Herzberg ada dua faktor yang mempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam organisasi, yaitu pemuas kerja (Job Satisfier) yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan penyebab ketidakpuasan kerja (Job Dissatisfiers) yang bersangkutan dengan suasana pekerjaan Satisfier disebar motivator dan dissatifiers disebut faktor-faktor yang higienis.
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/v-konflik-organisasi.html
ORGANISASI
TIPE ATAU BENTUK ORGANISASI
A. Tipe Organisasi
Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departemensi yang
menunjukkan hubungan kerjasama.
Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :
1) Pembagian kerja
2) Rantai perintah
3) Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
4) Pengelompokkan segmen-segmen pekerjaan
5) Tingkatan manajemen
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat
digambarkan sebagai berikut :
1) Piramida Mendatar (Flat)
Merupakan bentuk yang paling banyak digunakan, sederhana, jelas dan mudah dimengerti.
Ciri-cirinya :
a) Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hierarki kewenangan
sedikit.
b) Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak.
c) Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit, karena jumlah pimpinan relatif kecil.
2) Piramida Terbalik
Organisasi piramida terbalik salah satu unit dari tipe piramida dengan jumlah jabatan
pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk
organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainyan berdasarkan atas jabatan fungsional
seperti organisasi-organisasi/ lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.
3) Kerucut
Ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
. Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat hierarki/ kewenangan banyak.
. Rentang kendali sempit.
. Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/
pimpinan yang bawah/ rendah.
. Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
. Jumlah informasi jabatan cukup besar.
B. BENTUK ORGANISASI
Memandang organisasi dari segi tata hubungan, wewenang dan tanggung jawab yang ada oleh
organisasi.
Bentuk-Bentuk Organisasi :
a. Bentuk Organisasi Staff
b. Bentuk Organisasi Lini
c. Bentuk Organisasi Fungsional
d. Bentuk Organisasi Fungsional dan Lini
e. Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
f. Bentuk Organisasi Lini dan Staff
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan menjadi :
a. Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol.
Ciri-ciri bentuk organisasi yaitu masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal
serta spesialisasi kerja belum tinggi.
Kebaikan organisasi ini :
a) Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan
b) Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan
bawahan.
c) Proses pengambilan keputusan dengan cepat.
d) Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta rendah dapat segera diketahui, juga
karyawan yang rajin dan malas.
e) Rasa solideritas yang tinggi.
Kelemahan organisasi ini :
a) Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu
melaksanakan tugas, maka organisasi akan terancam.
b) Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c) Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
b. Organisasi Garis dan Staff
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang
beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam
bidang tertentu dengan tugas memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat
pimpinan dalam organisasi.
Kebaikan organisasi ini :
a) Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan
perusahaan.
b) Terdapat pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adanya staff
ahli.
c) Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu
spealisasi.
d) Prinsip penempatan orang yang tepat pada bagiannya.
e) Pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan cepat walaupun banyak orang yang diajak
berkonsultasi karena pimpinan masih dalam satu tangan.
f) Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas secara terinci.
g) Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaan disesuaikan dengan bakat dan kemampuan
yang dimiliki.
Kelemahan organisasi ini :
a) Rasa solideritas menjadi berkurang, karena karyawan tidak saling mengenal
b) perintah-perintah antara atasan dengan staff dapat berkurang, karena adanya perintah
sendiri padahal fungsi kewenangannya sangat berbeda.
c) Kesatuan komando berkurang
d) Koordinasi yang kurang baik pada tingkat staff dapat menghambat pelaksanaan tugas.
c. Organisasi Fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar pelaksanaan. Organisasi ini digunakan untuk perusahaan
yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikan organisasi ini :
a) Pembidangan tugas menjadi lebih jelas
b) Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan
c) Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan yang tinggi
d) Koordinasi berjalan dengan lancar dan tertib
Kelemahan organisasi ini :
a) Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja, sehingga pengalihan
kerja menjadi sulit dilaksanakan.
b) Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
c) Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering
timbul konflik.
d. Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu. Setelah tugas selesai maka akan selesai
kegiatan organisasi tersebut.
Kebaikan organisasi ini :
a) Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan
terperinci.
b) Kemungkinan pimpinan akan bertindak otoriter sangat kecil.
c) Koordinasi kerja dibahas dalam bentuk kelompok/ team.
Kelemahan organisasi ini :
a) Proses pengambilan keputusan membutuhkan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat
pelaksanaan tugas.
b) Tanggung jawabnya tidak jelas, karena merupakan tanggung jawab bersama.
c) Kreativitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas
lebih dipentingkan.
e. Organisasi Statis
Merupakan gambaran secara skematis hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk
mencapai suatu tujuan.
f. Organisasi Dinamis
Merupakan kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk merencanakan skema organisasi,
mengadakan departemensi dan menetapkan wewenang, tugas dan tanggung jawab.
g. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah organisasi/ sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional dan
dibentuk secara sadar dan mempunyai tujuan tertentu yang disadari pula dengan menggunakan
sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab maupun pertanggungjawaban dirancang oleh
manajer agar pekerjaan tetap terlaksana sesuai dengan peraturan yang telah disepakati
bersama. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun bagan struktur organisasi formal
adalah wewenang, tanggung jawab, koordinasi, maupun pendelegasian wewenang.
h. Organisasi Informal
Organisasi Informal adalah organisasi/ kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan akhirnya memiliki tujuan bersama, dimana
kedudukan dan fungsi yang dilakukan tampak kabur dan tercipta karena adanya hubungan
antar pribadi yang secara tidak sadar terjadi keberadaanya tanpa didasarkan pada hubungan
wewenang formal pada struktur organisasi maupun kesepakatan tujuan bersama. Organisasi
informal ini terjadi karena adanya komunikasi antar sesama karyawan yang dengan cepat
menyebarkan informasi melalui desas desus dari mulut ke mulut, namun itu bisa saja
berlebihan,salah, kurang tepat maupun merupakan kebocoran informasi dari atasan yang
mungkin benar. Untuk itu agar organisasi informal bermanfaat bagi perusahaan maka sudah
sepantasnya kalau setiap atasan harus bisa menggunakan segi positif keberadaan organisasi
informal ini terutama dalam menyampaikan perintah.
STRUKTUR ATAU SKEMA ORGANISASI
Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu organisasi, komponen-komponen dalam tiap organisasi memiliki ketergantungan. Sehingga jika suatu komponen baik. Maka akan berpengaruh pada komponen lainnya dan organisasi tersebut.
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Bentuk Vertikal
Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.
2. Bentuk Mendatar / Horizontal
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
3. Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
4. Bentuk Setengah Lingkaran
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya
5. Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips
6. Bentuk Piramid terbalik
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/iv-organisasi.html
A. Tipe Organisasi
Bagan organisasi memperlihatkan tentang susunan fungsi-fungsi dan departemensi yang
menunjukkan hubungan kerjasama.
Bagan ini menggambarkan lima aspek utama suatu struktur organisasi, yaitu :
1) Pembagian kerja
2) Rantai perintah
3) Tipe pekerjaan yang dilaksanakan
4) Pengelompokkan segmen-segmen pekerjaan
5) Tingkatan manajemen
Adapun cara penggambaran bagan struktur organisasi menurut Henry G. Hodges dapat
digambarkan sebagai berikut :
1) Piramida Mendatar (Flat)
Merupakan bentuk yang paling banyak digunakan, sederhana, jelas dan mudah dimengerti.
Ciri-cirinya :
a) Jumlah satuan organisasi tidak banyak sehingga tingkat-tingkat hierarki kewenangan
sedikit.
b) Jumlah pekerja (bawahan) yang harus dikendalikan cukup banyak.
c) Format jabatan untuk tingkat pimpinan sedikit, karena jumlah pimpinan relatif kecil.
2) Piramida Terbalik
Organisasi piramida terbalik salah satu unit dari tipe piramida dengan jumlah jabatan
pimpinan lebih besar daripada jumlah pekerja. Organisasi ini hanya cocok untuk
organisasi-organisasi yang pengangkatan pegawainyan berdasarkan atas jabatan fungsional
seperti organisasi-organisasi/ lembaga-lembaga penelitian, lembaga-lembaga pendidikan.
3) Kerucut
Ciri-ciri organisasi dari tipe kerucut :
. Jumlah satuan organisasi banyak sehingga tingkat hierarki/ kewenangan banyak.
. Rentang kendali sempit.
. Pelimpahan wewenang dan tanggung jawab dapat dilakukan sampai kepada pejabat/
pimpinan yang bawah/ rendah.
. Jarak antara pimpinan tingkat atas dengan pimpinan tingkat bawah terlalu jauh.
. Jumlah informasi jabatan cukup besar.
B. BENTUK ORGANISASI
Memandang organisasi dari segi tata hubungan, wewenang dan tanggung jawab yang ada oleh
organisasi.
Bentuk-Bentuk Organisasi :
a. Bentuk Organisasi Staff
b. Bentuk Organisasi Lini
c. Bentuk Organisasi Fungsional
d. Bentuk Organisasi Fungsional dan Lini
e. Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
f. Bentuk Organisasi Lini dan Staff
Bentuk-bentuk organisasi dapat dibedakan menjadi :
a. Organisasi Garis
Merupakan bentuk organisasi tertua dan paling sederhana, diciptakan oleh Henry Fayol.
Ciri-ciri bentuk organisasi yaitu masih kecil, jumlah karyawan sedikit dan saling mengenal
serta spesialisasi kerja belum tinggi.
Kebaikan organisasi ini :
a) Kesatuan komando terjamin sepenuhnya karena pimpinan berada pada satu tangan
b) Garis komando berjalan secara tegas, karena pimpinan berhubungan langsung dengan
bawahan.
c) Proses pengambilan keputusan dengan cepat.
d) Karyawan yang memiliki kecakapan yang tinggi serta rendah dapat segera diketahui, juga
karyawan yang rajin dan malas.
e) Rasa solideritas yang tinggi.
Kelemahan organisasi ini :
a) Seluruh organisasi tergantung pada satu orang saja, apabila dia tidak mampu
melaksanakan tugas, maka organisasi akan terancam.
b) Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
c) Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
b. Organisasi Garis dan Staff
Dianut oleh organisasi besar, daerah kerjanya luas dan mempunyai bidang tugas yang
beraneka ragam serta rumit dan jumlah karyawannya banyak. Staf yaitu orang yang ahli dalam
bidang tertentu dengan tugas memberi nasihat dan saran dalam bidang kepada pejabat
pimpinan dalam organisasi.
Kebaikan organisasi ini :
a) Dapat digunakan dalam organisasi yang besar maupun kecil, serta apapun tujuan
perusahaan.
b) Terdapat pembagian tugas antara pimpinan dengan pelaksana sebagai akibat adanya staff
ahli.
c) Bakat yang berbeda yang dimiliki oleh setiap karyawan dapat ditentukan menjadi suatu
spealisasi.
d) Prinsip penempatan orang yang tepat pada bagiannya.
e) Pengambilan keputusan dapat dilaksanakan dengan cepat walaupun banyak orang yang diajak
berkonsultasi karena pimpinan masih dalam satu tangan.
f) Koordinasi lebih baik karena adanya pembagian tugas secara terinci.
g) Semangat kerja bertambah besar karena pekerjaan disesuaikan dengan bakat dan kemampuan
yang dimiliki.
Kelemahan organisasi ini :
a) Rasa solideritas menjadi berkurang, karena karyawan tidak saling mengenal
b) perintah-perintah antara atasan dengan staff dapat berkurang, karena adanya perintah
sendiri padahal fungsi kewenangannya sangat berbeda.
c) Kesatuan komando berkurang
d) Koordinasi yang kurang baik pada tingkat staff dapat menghambat pelaksanaan tugas.
c. Organisasi Fungsional
Organisasi yang disusun atas dasar pelaksanaan. Organisasi ini digunakan untuk perusahaan
yang pembagian tugasnya dapat dibedakan dengan jelas.
Kebaikan organisasi ini :
a) Pembidangan tugas menjadi lebih jelas
b) Spesialisasi karyawan lebih efektif dan dikembangkan
c) Solidaritas kerja, semangat kerja karyawan yang tinggi
d) Koordinasi berjalan dengan lancar dan tertib
Kelemahan organisasi ini :
a) Karyawan terlalu memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja, sehingga pengalihan
kerja menjadi sulit dilaksanakan.
b) Koordinasi menyeluruh sukar dilaksanakan.
c) Menimbulkan rasa kelompok yang sangat sempit dari bagian yang sama sehingga sering
timbul konflik.
d. Organisasi Panitia
Organisasi dibentuk hanya untuk sementara waktu. Setelah tugas selesai maka akan selesai
kegiatan organisasi tersebut.
Kebaikan organisasi ini :
a) Segala keputusan dipertimbangkan masak-masak dalam pembahasan yang dalam dan
terperinci.
b) Kemungkinan pimpinan akan bertindak otoriter sangat kecil.
c) Koordinasi kerja dibahas dalam bentuk kelompok/ team.
Kelemahan organisasi ini :
a) Proses pengambilan keputusan membutuhkan diskusi yang berlarut-larut yang menghambat
pelaksanaan tugas.
b) Tanggung jawabnya tidak jelas, karena merupakan tanggung jawab bersama.
c) Kreativitas karyawan terhambat dan sukar untuk dikembangkan, karena faktor kreatifitas
lebih dipentingkan.
e. Organisasi Statis
Merupakan gambaran secara skematis hubungan kerjasama yang terdapat dalam organisasi untuk
mencapai suatu tujuan.
f. Organisasi Dinamis
Merupakan kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk merencanakan skema organisasi,
mengadakan departemensi dan menetapkan wewenang, tugas dan tanggung jawab.
g. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah organisasi/ sistem kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau
lebih yang dikoordinir untuk mencapai suatu tujuan yang ditetapkan secara rasional dan
dibentuk secara sadar dan mempunyai tujuan tertentu yang disadari pula dengan menggunakan
sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab maupun pertanggungjawaban dirancang oleh
manajer agar pekerjaan tetap terlaksana sesuai dengan peraturan yang telah disepakati
bersama. Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun bagan struktur organisasi formal
adalah wewenang, tanggung jawab, koordinasi, maupun pendelegasian wewenang.
h. Organisasi Informal
Organisasi Informal adalah organisasi/ kerjasama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih
yang tidak dikoordinir untuk mencapai tujuan akhirnya memiliki tujuan bersama, dimana
kedudukan dan fungsi yang dilakukan tampak kabur dan tercipta karena adanya hubungan
antar pribadi yang secara tidak sadar terjadi keberadaanya tanpa didasarkan pada hubungan
wewenang formal pada struktur organisasi maupun kesepakatan tujuan bersama. Organisasi
informal ini terjadi karena adanya komunikasi antar sesama karyawan yang dengan cepat
menyebarkan informasi melalui desas desus dari mulut ke mulut, namun itu bisa saja
berlebihan,salah, kurang tepat maupun merupakan kebocoran informasi dari atasan yang
mungkin benar. Untuk itu agar organisasi informal bermanfaat bagi perusahaan maka sudah
sepantasnya kalau setiap atasan harus bisa menggunakan segi positif keberadaan organisasi
informal ini terutama dalam menyampaikan perintah.
STRUKTUR ATAU SKEMA ORGANISASI
Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu organisasi, komponen-komponen dalam tiap organisasi memiliki ketergantungan. Sehingga jika suatu komponen baik. Maka akan berpengaruh pada komponen lainnya dan organisasi tersebut.
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Bentuk Vertikal
Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.
2. Bentuk Mendatar / Horizontal
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
3. Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
4. Bentuk Setengah Lingkaran
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya
5. Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips
6. Bentuk Piramid terbalik
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/iv-organisasi.html
MACAM-MACAM ORGANISASI DARI SEGI TUJUAN
1. ORGANISASI NIAGA
Organisasi Niaga Adalah Suatu organisasi yang sifatnya untuk mencapai suatu keuntungan. Organisasi ini sering kita temui dalam kehidupan yang berbasis globalisasi saat ini, dengan faktor ekonomi yang semakin berkembang menjadikan Organisasi Niaga semakin pesat pula. Adapun Macam-Macam Organisasi Niaga Antara Lain:
A. Perseroan Terbatas (PT) :
- Perseroan Terbatas (PT) Terbuka
- Perseroan Terbatas (PT) Tertutup
- Perusahaan Terbuka (PT) Kosong
B. Persekutuan Komanditer (CV)
- Persekutuan komanditer murni
- Persekutuan komanditer campuran
- Persekutuan komanditer bersaham
C. Joint Venture (Perusahaan Patungan)
D. Firma (FA)
E. Koperasi
F. Trust (Real Estate Investment Trust/ REITs)
G. Kartel
H. Holding Company
2. ORGANISASI SOSIAL
Organisasi Sosial merupakan organisasi yang dibentuk oleh masyarakat. Organisasi ini biasanya mempunyai tujuan untuk kepentingan sosial seperti perkumpulan untuk mendapatkan suatu ilmu, kebutuhan rohani, maupun tujuan bagi kepentingan sosial atau bersama. Karena itu Organisasi Sosial dapat diartikan sebagai Organisasi Kemasyaratakan karena tujuan nya hanya untuk kepentingan bersama.
Jalur Pembentukan Organisasi Kemasyarakatan :
a. Jalur Keagamaan
b. Jalur Profesi
c. Jalur Kepemudaan
d. Jalur Kemahasiswaan
e. Jalur Kepartaian dan Kekaryaan
3. ORGANISASI REGIONAL DAN INTERNASIONAL
- Organisasi Regional
Organisasi Regional merupakan organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.
Sebagai contoh: ASEAN (Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota.
- Organisasi Internasional
Organisasi Internasional merupakan organisasi yang dibuat oleh anggota kumpulan Negara-negara di dunia . contoh : PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/iii-macam-macam-organisasi-dari-segi.html
Organisasi Niaga Adalah Suatu organisasi yang sifatnya untuk mencapai suatu keuntungan. Organisasi ini sering kita temui dalam kehidupan yang berbasis globalisasi saat ini, dengan faktor ekonomi yang semakin berkembang menjadikan Organisasi Niaga semakin pesat pula. Adapun Macam-Macam Organisasi Niaga Antara Lain:
A. Perseroan Terbatas (PT) :
- Perseroan Terbatas (PT) Terbuka
- Perseroan Terbatas (PT) Tertutup
- Perusahaan Terbuka (PT) Kosong
B. Persekutuan Komanditer (CV)
- Persekutuan komanditer murni
- Persekutuan komanditer campuran
- Persekutuan komanditer bersaham
C. Joint Venture (Perusahaan Patungan)
D. Firma (FA)
E. Koperasi
F. Trust (Real Estate Investment Trust/ REITs)
G. Kartel
H. Holding Company
2. ORGANISASI SOSIAL
Organisasi Sosial merupakan organisasi yang dibentuk oleh masyarakat. Organisasi ini biasanya mempunyai tujuan untuk kepentingan sosial seperti perkumpulan untuk mendapatkan suatu ilmu, kebutuhan rohani, maupun tujuan bagi kepentingan sosial atau bersama. Karena itu Organisasi Sosial dapat diartikan sebagai Organisasi Kemasyaratakan karena tujuan nya hanya untuk kepentingan bersama.
Jalur Pembentukan Organisasi Kemasyarakatan :
a. Jalur Keagamaan
b. Jalur Profesi
c. Jalur Kepemudaan
d. Jalur Kemahasiswaan
e. Jalur Kepartaian dan Kekaryaan
3. ORGANISASI REGIONAL DAN INTERNASIONAL
- Organisasi Regional
Organisasi Regional merupakan organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja.
Sebagai contoh: ASEAN (Association of Southeast Asian Nations = Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (PERBARA) ( Dibentuk 8 Agustus 1967, memiliki 10 negara anggota, Timor Leste dan Papua new Guinea hanya sebagai pemantau, dan masih mempertimbangkan akan menjadi anggota.
- Organisasi Internasional
Organisasi Internasional merupakan organisasi yang dibuat oleh anggota kumpulan Negara-negara di dunia . contoh : PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)
sumber: http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/iii-macam-macam-organisasi-dari-segi.html
CIRI-CIRI, UNSUR-UNSUR dan TEORI ORGANISASI
Ciri-ciri organisasi:
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
Unsur-unsur organisasi:
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut :
• Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
• Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
• Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
• Ada tujuan tertentu
1. Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama
Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.
2. Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang
Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.
3. Jelas tugas kedudukannya masing-masing
Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.
4. Ada tujuan tertentu
Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik. Selain itu dengan cara mengorganisasi secara baik akan mendapat keuntungan antara lain sebagai berikut :
- Pelaksanaan tugas pekerjaan mempunyai kemungkinan dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif
Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :
- Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama.
- Harus ada orang-orang yang bekerja sama.
- Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.
- Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.
Teori Organisasi :
Teori organisasi adalah studi yang membahas suatu masalah pertinjauan , pendapat , pandangan pola pikir, ajaran yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah yang dilakukan secara bersama demi mencapai suatu tujuan demi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya ataupun masyarakat di lingkungan kerja mereka yang dituntut untuk bisa melakukan pekerjaan secara bersama secara kompleks dan efisien.
Teori Organisasi juga terdiri atas :
Teori Birokrasi ;
Teori ini ditemukan oleh MAX WEBER (sosiolog asal jerman) dalam buku “The Protestahnt Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization” .
Teori Menejemen Neo Klasik
Teori ini adalah teori yang muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan juga merupakan salah satu teori penyempurnaan dari teori klasik. Teori ini menekankan pada pentingnya aspek pisikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja.
Teori Modern
Teori modern disebut dengan teori ‘analisa sistem’ atau ‘teori terbuka’ yang memadukan dengan teori klasik. Secara tidak langsung teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai suatu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Oraganisasi bukan sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka yang berkaitan dengan lingkungan.
sumber :
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1931283-ciri-ciri-organisasi/
http://dahlanforum.wordpress.com/2009/07/21/unsur-unsur-organisasi/
http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/ii-ciri-ciri-organisasi-unsur-unsur.html
Adapun ciri-ciri dari organisasi adalah
- Adanya komponen ( atasan dan bawahan)
- Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang)
- Adanya tujuan
- Adanya sasaran
- Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati
- Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas
Menyangkut hal itu pengertian organisasi juga merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih, atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian tujuan bersama, organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
Unsur-unsur organisasi:
Setiap bentuk organisasi akan mempunyai unsur-unsur tertentu, yang antara lain sebagai berikut :
• Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
• Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
• Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
• Ada tujuan tertentu
1. Sebagai Wadah Atau Tempat Untuk Bekerja Sama
Organisasi adalah merupakan suatu wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita, organisasi mahasiswa dan sebagainya.
2. Proses kerja sama sedikitnya antar dua orang
Suatu organisasi, selain merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.
3. Jelas tugas kedudukannya masing-masing
Dengan adanya organisasi maka tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara yang satu dengan yang lain.
4. Ada tujuan tertentu
Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi organisasi tidak baik. Selain itu dengan cara mengorganisasi secara baik akan mendapat keuntungan antara lain sebagai berikut :
- Pelaksanaan tugas pekerjaan mempunyai kemungkinan dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif
Secara ringkas unsur-unsur organisasi yang paling dasar adalah :
- Harus ada wadah atau tempatnya untuk bekerja sama.
- Harus ada orang-orang yang bekerja sama.
- Kedudukan dan tugas masing-masing orang harus jelas.
- Harus ada tujuan bersama yang mau dicapai.
Teori Organisasi :
Teori organisasi adalah studi yang membahas suatu masalah pertinjauan , pendapat , pandangan pola pikir, ajaran yang bertujuan untuk memecahkan suatu masalah yang dilakukan secara bersama demi mencapai suatu tujuan demi menjalankan fungsinya dan bagaimana mereka mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja di dalamnya ataupun masyarakat di lingkungan kerja mereka yang dituntut untuk bisa melakukan pekerjaan secara bersama secara kompleks dan efisien.
Teori Organisasi juga terdiri atas :
Teori Birokrasi ;
Teori ini ditemukan oleh MAX WEBER (sosiolog asal jerman) dalam buku “The Protestahnt Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization” .
Teori Menejemen Neo Klasik
Teori ini adalah teori yang muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan juga merupakan salah satu teori penyempurnaan dari teori klasik. Teori ini menekankan pada pentingnya aspek pisikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja.
Teori Modern
Teori modern disebut dengan teori ‘analisa sistem’ atau ‘teori terbuka’ yang memadukan dengan teori klasik. Secara tidak langsung teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai suatu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Oraganisasi bukan sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka yang berkaitan dengan lingkungan.
sumber :
http://id.shvoong.com/social-sciences/education/1931283-ciri-ciri-organisasi/
http://dahlanforum.wordpress.com/2009/07/21/unsur-unsur-organisasi/
http://ordinarynitnot.blogspot.com/2011/10/ii-ciri-ciri-organisasi-unsur-unsur.html
Sabtu, 01 Oktober 2011
Hubungan Antara Manajemen, Organisasi, Dan Tata Kerja
Hubungan Antara Manajemen, Organisasi, Dan Tata Kerja
1. Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen, Organisasi Dan Tata Kerja
A. Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
B. Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
C. Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.
2. Fungsi Satuan Organisasi Dan Metode.
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai.
Organisasi dapat dilihat dengan dua cara berbeda, yaitu:
1) organisasi sebagai suatu sistem terbuka yang terdiri atas sub-sistem yang saling berkaitan, dan memperoleh input untuk diolah yang berasal dari lingkungan serta menyalurkan output hasil pengolahan ke lingkungan kembali
2) organisasi sebagai sekelompok orang yang berkerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama (Monir H. Thayeb).
Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, yaitu:
* Dalam arti statis, yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan.
* Dalam arti dinamis, yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.
Sinonim Organisasi
Institusi/lembaga;
Kelompok yang menampung aspirasi masyarakat; punya aturan tertulis atau tidak; tumbuh dalam masyarakat; mencapai tujuan bersama; dibentuk oleh pemerintah atau swasta.
Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:
1) goals oriented (berorientasi tujuan)
2) Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
3) structured activities
4) technological system.
Perbedaan Organisasi :
* Structure ; staff, line, matriks
* Strategy ; Growth Strategy, Diversification, Defensive, Minimizing Internal Problem
* Style ; Autocratic Style, Participative Style, Free Rein Style
* Skill : Keahlian / Keterampilan
* Staff ; Jenjang, Latar Belakang, Karakteristik
* Share Value : Superordinate Goals
* System : POAC
Pendekatan Terhadap Organisasi :
* Pendekatan Klasik
* Pendekatan Neo-Klasik
* Pendekatan Modern
Kesimpulan:
Organisasi adalah:
1) wadah atau tempat terselenggaranya administrasi
2) didalamnya terjadi berbagai hubungan antar-individu maupun kelompok, baik dalam organisasi itu sendiri maupun keluar
3) terjadinya kerjasama dan pembagian tugas
4) berlangsungnya proses aktivitas berdasarkan kinerja masing-masing.
Sebuah perusahaan tidaklah terlepas dari organisasi. Organisasi dalam perusahaan merupakan hal penting dalam mencapai perusahaan yang baik. Tata kelola yang baik adalah contoh dari organisasi yang berjalan baik dalam perusahaan.
Dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan dan perubahan yang sangat cepat, perusahaan perlu memiliki nilai lebih dan daya tarik industri bagi para stakeholders. Suatu tata kelola perusahaan yang baik sangat diperlukan untuk menjawab tantangan persaingan dan perubahan tersebut. (PT. Semen Gresik (PERSERO) Tbk)
Perananan organisasi dalam perusahaan tidak beda dengan peranannya dalam kehidupan sehari-hari.
ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE
Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Sebagai wadah : tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan.
b. Sebagai proses : memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang menjadi anggota
organisasi tersebut :
1. hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen.
2. hub. informal = mempunyai 3 peranan :
1) sarana komunikasi
2) mengatur jalannya kerja sama
3) kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut.
c. Sebagai sistem : 1. sistem sosial (antar sesama manusia)
2. sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral untuk tercapainya suatu tujuan.
3. sistem komunikasi (sistem tata saluran/arus informasi dalam organisasi)
Definisi-definisi lain mengenai organisasi:
1. Menurut James D. Mooney : organisasi adalah suatu bentuk kerjasama manusia untuk pencapaian tujuan bersama.
2. Menurut Thester I. Bernard : organisasi merupakan suatu sistem kerjasama dari 2 orang atau lebih, sesuatu yang tak terwujud dan tidak bersifat perseorangan dan sebagian besar mengenai hal-hal hubungan.
3. Menurut J. M. Gaus : organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab.
organisasi adalah alat untuk tercapainya tujuan dari sebuah Hubungan manajemen dan organisasimanajemen.
Unsur-unsur organisasi:
1. Manusia(man) : dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsidan tingkatannyaterdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja.
2. Kerjasama(team work) : suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya masing-masing.
3. Tujuan bersama : adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.
4. Peralatan(equipment) : segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.
5. Lingkungan(environtment) : yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah :
a. kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya. b. tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi. c. Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan.
6. Kekayaan alam : yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll.
7. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri.
Bentuk-bentuk organisasi Niaga:
1. FA(Firma) : Sekelompok orang yang bertanggung jawab terhadap organisasi dan keuntungan serta kerugiannya ditanggung bersama.
2. CV(Perseroan Komanditer) : terbagi menjadi 2 bagian, yaitu 1. Pasif = investor hanya menanamkan modalnya saja. 2. Aktif = investor menanamkan modalnya tapi juga ikut serta dalam kegiatan organisasi tersebut.
3. PT(Perseroan Terbatas) : ada tiga bagian dalam PT, yaitu : 1. Tbk(terbuka) = saham perusahaan tersebut dapat dibeli oleh orang lain secara bebas. 2. Tertutup = saham perusahaan hanya boleh dimiliki oleh anggota perusahaan tersebut. 3. Ltd(limited) = saham perusahaan tersebut terbatas hanya oleh beberapa investor yang telah ditentukan.
4. Koperasi : terbagi dua, yaitu : 1. fungsional = koperasi simpan pinjam, dll. 2. wilayah = koperasi primer, koperasi pusat, gabungan koperasi, koperasi induk.
5. Kartel : Persekutuan dari beberapa perusahaan yang sejenis dengan perjanjian tertentu. Contohnya perjanjian harga, rayon/daerah, kondisi/syarat, laba, dan produksi.
6. Join Venture
7. Trust : gabungan dari beberapa perusahaan untuk jadi lebih dekat hubungannya.
8. Holding Company : saham yang didapat dari gabungan saham yang mengawasi 1 atau lebih perusahaan.
Bentuk Organisasi jika dilihat dari jumlah pimpinan :
A. Organisasi tunggal : pimpinan organisasi ini hanya terletak pada satu orang pimpinan. Contohnya adalah Presiden, Rektor, Dekan, Bupati dll.
B. Organisasi jamak : pimpinan organisasi ini terletak pada beberapa orang pimpinan sebagai satu kesatuan. sebagai contoh adalah Dewan, Majelis dll.
Sumber :
http://windsaga.blogspot.com/2011/03/hubungan-antara-manajemen-organisasi.html
1. Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen, Organisasi Dan Tata Kerja
A. Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbal balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungsional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
B. Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini : Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
C. Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
a) Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia.
b) Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerjasama.
c) Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan.
2. Fungsi Satuan Organisasi Dan Metode.
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.
Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai.
Organisasi dapat dilihat dengan dua cara berbeda, yaitu:
1) organisasi sebagai suatu sistem terbuka yang terdiri atas sub-sistem yang saling berkaitan, dan memperoleh input untuk diolah yang berasal dari lingkungan serta menyalurkan output hasil pengolahan ke lingkungan kembali
2) organisasi sebagai sekelompok orang yang berkerjasama untuk mencapai suatu tujuan bersama (Monir H. Thayeb).
Organisasi dapat diartikan dalam dua macam, yaitu:
* Dalam arti statis, yaitu organisasi sebagai wadah tempat dimana kegiatan kerjasama dijalankan.
* Dalam arti dinamis, yaitu organisasi sebagai suatu sistem proses interaksi antara orang-orang yang bekerjasama, baik formal maupun informal.
Sinonim Organisasi
Institusi/lembaga;
Kelompok yang menampung aspirasi masyarakat; punya aturan tertulis atau tidak; tumbuh dalam masyarakat; mencapai tujuan bersama; dibentuk oleh pemerintah atau swasta.
Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:
1) goals oriented (berorientasi tujuan)
2) Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
3) structured activities
4) technological system.
Perbedaan Organisasi :
* Structure ; staff, line, matriks
* Strategy ; Growth Strategy, Diversification, Defensive, Minimizing Internal Problem
* Style ; Autocratic Style, Participative Style, Free Rein Style
* Skill : Keahlian / Keterampilan
* Staff ; Jenjang, Latar Belakang, Karakteristik
* Share Value : Superordinate Goals
* System : POAC
Pendekatan Terhadap Organisasi :
* Pendekatan Klasik
* Pendekatan Neo-Klasik
* Pendekatan Modern
Kesimpulan:
Organisasi adalah:
1) wadah atau tempat terselenggaranya administrasi
2) didalamnya terjadi berbagai hubungan antar-individu maupun kelompok, baik dalam organisasi itu sendiri maupun keluar
3) terjadinya kerjasama dan pembagian tugas
4) berlangsungnya proses aktivitas berdasarkan kinerja masing-masing.
Sebuah perusahaan tidaklah terlepas dari organisasi. Organisasi dalam perusahaan merupakan hal penting dalam mencapai perusahaan yang baik. Tata kelola yang baik adalah contoh dari organisasi yang berjalan baik dalam perusahaan.
Dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan dan perubahan yang sangat cepat, perusahaan perlu memiliki nilai lebih dan daya tarik industri bagi para stakeholders. Suatu tata kelola perusahaan yang baik sangat diperlukan untuk menjawab tantangan persaingan dan perubahan tersebut. (PT. Semen Gresik (PERSERO) Tbk)
Perananan organisasi dalam perusahaan tidak beda dengan peranannya dalam kehidupan sehari-hari.
ARTI PENTING ORGANISASI DAN METODE
Organisasi adalah sekumpulan orang atau badan yang mempunyai tujuan yang sama. Pandangan umum organisasi dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a. Sebagai wadah : tempat dimana kegiatan manajemen dijalankan.
b. Sebagai proses : memperhatikan interaksi/kerja sama antar orang-orang yang menjadi anggota
organisasi tersebut :
1. hub. formal = hubungan yang ditetapkan secara resmi oleh top manajemen.
2. hub. informal = mempunyai 3 peranan :
1) sarana komunikasi
2) mengatur jalannya kerja sama
3) kebebasan bertindak oleh anggota organisasi tersebut.
c. Sebagai sistem : 1. sistem sosial (antar sesama manusia)
2. sistem fungsional (antar fungsi-fungsi yang dikaitkan secara tertentu dan integral untuk tercapainya suatu tujuan.
3. sistem komunikasi (sistem tata saluran/arus informasi dalam organisasi)
Definisi-definisi lain mengenai organisasi:
1. Menurut James D. Mooney : organisasi adalah suatu bentuk kerjasama manusia untuk pencapaian tujuan bersama.
2. Menurut Thester I. Bernard : organisasi merupakan suatu sistem kerjasama dari 2 orang atau lebih, sesuatu yang tak terwujud dan tidak bersifat perseorangan dan sebagian besar mengenai hal-hal hubungan.
3. Menurut J. M. Gaus : organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab.
organisasi adalah alat untuk tercapainya tujuan dari sebuah Hubungan manajemen dan organisasimanajemen.
Unsur-unsur organisasi:
1. Manusia(man) : dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsidan tingkatannyaterdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja.
2. Kerjasama(team work) : suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota oeganisasi yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya masing-masing.
3. Tujuan bersama : adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan keinginan bersama.
4. Peralatan(equipment) : segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan, gedung, tanah dan barang modal lainnya.
5. Lingkungan(environtment) : yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah :
a. kondisi atau situasi yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya. b. tempat atau lokasi, karena mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi. c. Wilayah operasi yang dijadikan sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan.
6. Kekayaan alam : yang dimaksud adalah cuaca, keadaan geografis, flora, fauna dll.
7. Kerangka/kontruksi mental organisasi itu sendiri.
Bentuk-bentuk organisasi Niaga:
1. FA(Firma) : Sekelompok orang yang bertanggung jawab terhadap organisasi dan keuntungan serta kerugiannya ditanggung bersama.
2. CV(Perseroan Komanditer) : terbagi menjadi 2 bagian, yaitu 1. Pasif = investor hanya menanamkan modalnya saja. 2. Aktif = investor menanamkan modalnya tapi juga ikut serta dalam kegiatan organisasi tersebut.
3. PT(Perseroan Terbatas) : ada tiga bagian dalam PT, yaitu : 1. Tbk(terbuka) = saham perusahaan tersebut dapat dibeli oleh orang lain secara bebas. 2. Tertutup = saham perusahaan hanya boleh dimiliki oleh anggota perusahaan tersebut. 3. Ltd(limited) = saham perusahaan tersebut terbatas hanya oleh beberapa investor yang telah ditentukan.
4. Koperasi : terbagi dua, yaitu : 1. fungsional = koperasi simpan pinjam, dll. 2. wilayah = koperasi primer, koperasi pusat, gabungan koperasi, koperasi induk.
5. Kartel : Persekutuan dari beberapa perusahaan yang sejenis dengan perjanjian tertentu. Contohnya perjanjian harga, rayon/daerah, kondisi/syarat, laba, dan produksi.
6. Join Venture
7. Trust : gabungan dari beberapa perusahaan untuk jadi lebih dekat hubungannya.
8. Holding Company : saham yang didapat dari gabungan saham yang mengawasi 1 atau lebih perusahaan.
Bentuk Organisasi jika dilihat dari jumlah pimpinan :
A. Organisasi tunggal : pimpinan organisasi ini hanya terletak pada satu orang pimpinan. Contohnya adalah Presiden, Rektor, Dekan, Bupati dll.
B. Organisasi jamak : pimpinan organisasi ini terletak pada beberapa orang pimpinan sebagai satu kesatuan. sebagai contoh adalah Dewan, Majelis dll.
Sumber :
http://windsaga.blogspot.com/2011/03/hubungan-antara-manajemen-organisasi.html
Langganan:
Postingan (Atom)